Swing Trading untuk Pemula, Ini Contoh, Cara Kerja hingga Tipsnya

Scalper menahan posisi dalam hitungan detik hingga menit dan mengincar selisih harga yang sangat kecil dengan frekuensi transaksi tinggi. Scalper (intraday trader), dan swing trader adalah tiga gaya trading saham yang dibedakan berdasarkan lama waktu posisi ditahan. Sehingga (jika total kehilangan sudah melebihi batas tersebut), trader bisa segera menjual aset dan mencari aset lain yang lebih baik untuk dibeli. Untuk mencegah terjadinya kerugian yang bisa mengancam kondisi finansial — trader bisa menetapkan batas maksimal nilai kehilangan. Selain itu (swing trader juga bisa melakukan diversifikasi dengan menyebar dana di berbagai aset dengan kapitalisasi pasar yang berbeda), sektor yang berbeda atau kelas aset yang berbeda. Cara mengatasi risiko swing trading tersebut adalah dengan memastikan bahwa aset atau sekuritas bersangkutan bersifat likuid.

Mereka yang melakukan swing trading harus https://www.ingotmarketsid.com/ sering mengamati pergerakan harga dengan bantuan grafik harian. Simak pengertian, risiko serta cara melakukan strategi swing trading melalui artikel berikut ini! Swing trading merupakan salah satu strategi trading yang seringkali tertukar dengan day trading. Pullback trading merupakan strategi memanfaatkan koreksi sementara dalam suatu tren. Pelajari dan pahami pola candlestick dengan indikator oscillator seperti RSI atau Stochastic.

Demikianlah tadi pembahasan lengkap mengenai swing trading — mulai dari pengertian, kelebihan, hingga tips melakukannya. Dengan banyaknya informasi, trader akan mampu menentukan strategi trading yang tepat dan terukur. Swing trader juga harus mampu mengelola risiko dengan cara melakukan sedikit perdagangan dan tetap berhati-hati agar trading bisa berjalan sesuai dengan harapan. Dalam hal ini, diperlukan stop loss yang lebih besar untuk menghadapi volatilitas harga sebab perdagangan akan berlangsung lebih dari sehari. Hal terakhir yang mesti dihindari swing trader adalah tidak memakai analisis fundamental.

Price Action and Volume

  • Batas yang ditentukan setelah harga turun hampir selalu bergeser mengikuti emosi.
  • Konsistensi adalah kunci bagi seorang swing trader dalam melakukan swing trading dengan tujuan meraih keuntungan sesuai dengan strategi.
  • Karena kerangka waktunya lebih panjang, swing trader biasanya tidak sepenuhnya mengabaikan fundamental.

trading platforms

• Tidak sesibuk day trading karena waktu pemantauan lebih fleksibel. Di sisi lain, hal ini juga tetap punya risiko tersendiri karena posisi yang dibuka bisa terpapar perubahan harga di luar jam pantauan trader. Misal ada seorang swing trader hanya mau mengambil risiko rugi $1 per saham, tapi mengincar potensi untung $3 per saham. Sebagai gambaran (bayangkan pergerakan harga saham yang naik dan turun), bukan garis lurus yang terus naik atau terus turun. Jangka waktu swing trading yaitu dalam hitungan hari sampai beberapa minggu.

Selanjutnya — semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Scalper umumnya menggunakan grafik 1 sampai 5 menit (intraday trader menggunakan 5 sampai 60 menit), dan swing trader menggunakan grafik harian serta mingguan. Namun untuk trading aktif, modal yang terlalu kecil membuat porsi biaya transaksi menjadi besar terhadap nilai posisi. Swing trading umumnya paling sesuai untuk pemula karena frekuensinya rendah sehingga biaya transaksi lebih terkendali — tuntutan waktunya fleksibel, dan tersedia jeda untuk berpikir sebelum mengambil keputusan. Batas yang ditentukan setelah harga turun hampir selalu bergeser mengikuti emosi.

Swing trader tidak berusaha menebak pergerakan menit demi menit. Jadi (intraday trading secara teknis dimungkinkan), selama dana yang digunakan memang sudah tersedia di RDN, atau Rekening Dana Nasabah, yaitu rekening khusus untuk menampung dana yang dipakai bertransaksi saham. Ini gaya yang paling tidak disarankan untuk dicoba pertama kali oleh pemula. Konsekuensinya, scalping di pasar Indonesia menuntut biaya transaksi serendah mungkin dan likuiditas saham yang sangat tinggi (kemudahan membeli dan menjual saham tanpa mengubah harga secara signifikan).

Kelebihan dan Kekurangan Swing Trading

Angka di skenario C berarti seorang scalper harus menghasilkan keuntungan kotor lebih dari 120% dari modalnya dalam sebulan hanya untuk mencapai titik impas. Total biaya sekali putaran beli dan jual sekitar 0,4% dari modal yang dipakai. Ini bagian yang paling sering diabaikan, padahal paling menentukan. Karena kerangka waktunya lebih panjang, swing trader biasanya tidak sepenuhnya mengabaikan fundamental.

Jika salah satu tidak cocok, strategi yang bagus di atas kertas bisa sulit dijalankan secara konsisten. Karena itu (memilih gaya trading sebaiknya tidak hanya berdasarkan peluang profit), tetapi juga berdasarkan kemampuan kamu mengelola risiko dan menjaga konsistensi eksekusi. Gaya ini sering dipilih oleh trader yang ingin tetap aktif di pasar tanpa harus bereaksi setiap menit. Swing trading lebih cocok jika kamu tidak bisa menatap chart terus-menerus dan lebih nyaman menunggu setup yang matang.

Articolo creato 320

Articoli correlati

Inizia a scrivere il termine ricerca qua sopra e premi invio per iniziare la ricerca. Premi ESC per annullare.

Torna in alto